Puluhan pegawai Teonaga Kerja Kntrak (TKK) di Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bone, berdemo untuk menagih keterlambatan pencairan gaji selama tiga bulan.
Salah seorang pegawai, Ra, menuturkan memang sudah ada sebagian pegawai TKK menerima gaji. Tapi, banyak juga yang belum menerima sehingga menimbulkan kecemburuan pegawai.
“Seharusnya pembayaran dilakukan dua bulan lalu (September) sudah diselesaikan semua, tapi kenapa ada pembedaan seperti ini,” kata Ra, yang sudah mengabdi sejak 2009.
Menurut dia, besaran gaji yang diterima hanya Rp600 ribu. Namun, keterlambatan selama tiga bulan sudah menjadi tanda tanya dikemanakan pembayaran gaji bagi para honorer tersebut.
Ironisnya pula, kata Ra, Bendahara Umum Dishub bernama Andi Ikhsan yang jarang berkantor dan menghindari beberapa pegawai honorer yang ingin menemuinya. “Jarang berkantor bendahara, kami sulit menemuinya, bahkan kalau ditelpon ponselnya juga tidak diangkat,” keluhnya.
Sementara itu, Bendahara Umum Dishub, Ikhsan mengakui keterlambatan pencairan gaji pegawainya. Meski begitu, dia berharap bahwa semua honorer bersabar karena nantinya gaji akan dibayarkan keseluruhannya.
“Uang sudah habis bulan ini, nanti saya bayarkan awal-awal bulan,” pungkasnya.
Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Badung, Bali mengumumkan hasil tes Calon Pegawai Negeri sipil (CPNS) 2012. Namun, belakangan hasil yang diumumkan pada 12 November 2012 itu diduga palsu. Terkait hal itu, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Bali memastikan jika hasil dari tersebut palsu. “Yang pasti berkasnya palsu, non-identik. Tetapi berita acaranya dari Labfor (Laboratoroum Forensik) secara resmi belum kami terima. Mungkin Rabu (6/2) kami ambil,” kata Direktur Reskrimsus Polda Bali Komisaris Besar Polisi Eldi Azwar di Denpasar. Jika penyidik sudah menerima hasil dari Laboratorium Forensik Polda Bali, ia mengatakan, maka penyidik akan menindaklanjuti kasus tersebut. Bukti hasil tes CPNS yang diumumkan BKD Kabupaten Badung, Bali itu adalah dari tanda tangan dan tulisan tangan. Eldi mengaku, pihaknya belum dapat memastikan siapa yang diduga membuat dokumen pengumuman kelulusan tes kemampuan dasar tersebut. Saat ini penyidik Ditreskrimsus...
Comments
Post a Comment